Senin, 22 Juli 2024

Manfaat Cobra Yoga Pose


 








Bhujangasana, atau pose ular kobra, adalah salah satu asana yoga yang paling populer dan telah diteliti untuk berbagai manfaat kesehatannya. Berikut adalah beberapa manfaat dari Bhujangasana yang telah didukung oleh penelitian:

1. Meningkatkan Kesehatan Tulang Belakang

Penelitian: Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Physical Therapy Science pada tahun 2015 menemukan bahwa Bhujangasana dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot punggung bawah. Manfaat: Bhujangasana membantu memperkuat otot-otot punggung, yang mendukung tulang belakang dan meningkatkan postur tubuh. Fleksibilitas yang ditingkatkan dapat mengurangi risiko cedera punggung dan meningkatkan kenyamanan sehari-hari.

2. Meredakan Nyeri Punggung

Penelitian: Penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Yoga pada tahun 2012 menunjukkan bahwa Bhujangasana efektif dalam mengurangi nyeri punggung bawah kronis. Manfaat: Bhujangasana membantu meregangkan otot-otot punggung dan meredakan ketegangan di daerah tersebut, sehingga dapat mengurangi nyeri punggung yang kronis atau akut.

3. Meningkatkan Kesehatan Pernapasan

Penelitian: Studi yang diterbitkan di Complementary Therapies in Clinical Practice pada tahun 2013 menunjukkan bahwa latihan Bhujangasana dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi pernapasan. Manfaat: Bhujangasana memperluas dada dan membuka jalan napas, yang membantu meningkatkan aliran oksigen ke paru-paru dan seluruh tubuh, sehingga meningkatkan kapasitas dan efisiensi pernapasan.

4. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Penelitian: Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine pada tahun 2014 menemukan bahwa latihan Bhujangasana dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dalam tubuh. Manfaat: Bhujangasana membantu merangsang sistem saraf parasimpatik, yang menginduksi perasaan relaksasi dan ketenangan. Ini dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan emosional.

5. Meningkatkan Pencernaan

Penelitian: Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Yoga Therapy pada tahun 2013 menunjukkan bahwa Bhujangasana dapat merangsang organ-organ pencernaan dan meningkatkan fungsi pencernaan. Manfaat: Dengan peregangan dan kompresi pada daerah perut, Bhujangasana membantu merangsang organ-organ internal seperti perut, hati, dan usus, yang dapat meningkatkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Bhujangasana adalah pose yang serbaguna dengan banyak manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah. Bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kesehatan fisik dan mental, Bhujangasana dapat menjadi bagian penting dari rutinitas yoga mereka.

By DBODY “the Anatomy Course”


Senin, 15 Juli 2024

Anatomi Cobra Pose - Bhujangasana

 

Bhujangasana, juga dikenal sebagai Cobra Pose, adalah salah satu asana dalam yoga yang berfokus pada peregangan dan penguatan otot-otot punggung dan perut. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang anatomi, biomekanik, dan fisiologi dari Bhujangasana:

ANATOMI BHUJANGASANA

Otot yang Terlibat:

1.    Erector Spinae: Ini adalah kelompok otot yang memanjang di sepanjang tulang belakang dan membantu dalam ekstensi tulang belakang.

2.    Latissimus Dorsi: Otot ini terletak di punggung bagian atas dan bawah dan membantu dalam ekstensi dan adduksi lengan.

3.    Trapezius: Otot ini membantu dalam elevasi dan depresiasi scapula.

4.    Gluteus Maximus: Otot ini membantu dalam ekstensi pinggul.

5.    Rectus Abdominis: Otot ini terletak di perut dan membantu dalam fleksibilitas tulang belakang.

6.    Obliques: Otot ini membantu dalam rotasi dan lateral fleksi batang tubuh.

7.    Pelvic Floor Muscles: Otot ini mendukung organ-organ panggul dan membantu dalam stabilitas tubuh bagian bawah.

Tulang yang Terlibat:

1.    Tulang Belakang (Vertebrae): Terdiri dari tulang belakang torakal dan lumbar yang berperan dalam ekstensi dan fleksi tulang belakang.

2.    Tulang Pinggul (Pelvis): Berperan dalam stabilitas dan dukungan tubuh bagian bawah.

3.    Tulang Lengan (Humerus): Terlibat dalam ekstensi dan adduksi lengan.

 

BIOMEKANIK BHUJANGASANA

Perekrutan Otot:

·       Erector Spinae dan Latissimus Dorsi bekerja sama untuk melengkungkan tulang belakang.

·       Trapezius dan Rhomboids membantu dalam retraksi scapula.

·       Gluteus Maximus dan Hamstrings membantu dalam ekstensi pinggul.

·       Rectus Abdominis dan Obliques berfungsi sebagai stabilisator.

Stabilitas dan Kontrol:

o   Otot Pelvic Floor dan Core Muscles berfungsi untuk menjaga stabilitas panggul dan tulang belakang bawah.

o   Otot Lengan dan Bahu berfungsi untuk menahan berat badan bagian atas.

 

FISIOLOGI BHUJANGASANA

Peningkatan Fleksibilitas:

o   Bhujangasana meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan otot-otot punggung.

o   Membantu dalam meningkatkan rentang gerak tulang belakang dan bahu.

Penguatan Otot:

o   Menguatkan otot-otot punggung, bahu, lengan, dan core.

o   Membantu dalam memperbaiki postur dan mengurangi nyeri punggung.

Sirkulasi Darah:

·       Membantu meningkatkan sirkulasi darah ke organ-organ perut dan punggung bagian bawah.

·       Membantu dalam detoksifikasi tubuh dengan meningkatkan aliran darah.

Stimulasi Sistem Saraf:

o   Membantu dalam merangsang sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

o   Dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Peningkatan Pernapasan:

·       Membantu dalam membuka dada dan meningkatkan kapasitas paru-paru.

·       Meningkatkan efisiensi pernapasan dan suplai oksigen ke tubuh.

Dengan demikian maka Bhujangasana adalah pose yoga yang kompleks yang melibatkan banyak otot dan sendi dalam tubuh. Memahami anatomi, biomekanik, dan fisiologi dari pose ini dapat membantu praktisi yoga dalam melakukannya dengan benar dan aman, serta memaksimalkan manfaatnya untuk kesehatan fisik dan mental.

 CONTRA INDIKASI :

1.    Cedera Punggung: Orang dengan cedera punggung bawah atau tengah harus berhati-hati atau menghindari pose ini, karena dapat memperburuk kondisi.

2.    Hernia Diskus: Individu dengan hernia diskus mungkin mengalami peningkatan tekanan pada diskus, yang dapat memperburuk kondisi

3.    Operasi Tulang Belakang: Orang yang baru saja menjalani operasi tulang belakang atau memiliki kondisi medis terkait tulang belakang harus menghindari pose ini kecuali disetujui oleh dokter atau fisioterapis.

4.    Sakit Kepala atau Migrain: Pose ini dapat meningkatkan tekanan darah di kepala, yang mungkin memperburuk sakit kepala atau migrain.

5.    Masalah Perut: Orang dengan masalah perut akut seperti tukak lambung atau hernia hiatal harus berhati-hati karena tekanan pada perut dapat memperburuk kondisi ini

NOTE PRAKTEK :

Ketika melakukan Cobra Pose, terkadang dilakukan dengan kaki rapat dan kaki terbuka selebar panggul, hal ini bukan mencerminkan dari style yoga tertentu, tetapi masing masing mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap tubuh. Nah apa pengaruhnya ?


by DBODY "the Anatomy Cours"


Next : ManfaatPosisi Cobra